The Company Rombongan

Those who walk into darkness a second time Mereka yang melangkah ke dalam kegelapan untuk kedua kalinya

🌙
Nero XXI
Half-Elf  ·  Rogue / Monk  ·  XXI of the Nero Line
The lightest in the party. The fullest inventory. He tells the truth. He also lies. He manages the party's economy, fights from the shadows, and has very strong opinions about looting etiquette that apply to everyone except himself.
Yang paling ringan dalam rombongan. Inventaris paling penuh. Ia berkata jujur. Ia juga berbohong. Ia mengatur keuangan rombongan, bertarung dari balik bayangan, dan punya pendapat sangat kuat soal etiket rampasan yang berlaku untuk semua orang kecuali dirinya sendiri.
Sogong Wahyudi
Tiefling  ·  Paladin (Oathbreaker)  ·  Fisherman of the Styx
He climbed out of Hell one layer at a time looking for different fish and ended up here. He told the party what he was on day one. He has not explained why, when a companion falls, his shield is always the first thing between them and what is coming.
Ia memanjat keluar dari Neraka satu lapisan demi satu lapisan cuma karena cari ikan yang berbeda, dan berakhir di sini. Ia bilang ke rombongan siapa dia di hari pertama. Belum ada penjelasan kenapa, waktu kawan jatuh, perisainya selalu yang pertama berdiri di depan.
🛡
Anaik
Black Dragonborn  ·  Fighter  ·  Descendant of Birch
A legend does not need a face. He chose iron over identity. Birch is in his blood regardless. He will watch a stranger do laundry with reverence, then remark that someone else needs to die, and Traxex will take that second part seriously.
Sebuah legenda tidak butuh wajah. Ia memilih besi di atas identitas. Darah Birch tetap mengalir di tubuhnya. Ia akan memandang orang asing mencuci pakaian dengan penuh hormat, lalu berkomentar bahwa seseorang perlu mati, dan Traxex akan menganggap serius bagian kedua itu.
Nanang
Human  ·  Sorcerer
The only human in the party, and somehow the least human of them all. He has every spell known to mankind. None of them land where intended. The enemy has no idea what he will do next. Neither does he. This is the point.
Satu-satunya manusia dalam rombongan, namun entah bagaimana yang paling tidak manusiawi dari semuanya. Ia menguasai setiap mantra yang dikenal umat manusia. Tak satu pun jatuh di tempat yang dimaksud. Musuh tidak tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Begitu pula dirinya. Inilah intinya.
🏹
Traxex
Ranger
The fastest to kill; the fastest to die. She is never where she is supposed to be, and always exactly where the trouble is. Her bow will strike true. The question is whether anyone will reach her in time.
Yang tercepat membunuh; yang tercepat mati. Ia tidak pernah berada di tempat yang seharusnya, dan selalu tepat di mana masalah berada. Busurnya akan mengenai sasaran. Pertanyaannya adalah apakah ada yang akan menjangkaunya tepat waktu.
✦   ✦   ✦